Written By LUKMAN GANU on Rabu, 12 November 2014 | 12:27 PTG



Di satu sudut pasar Madinah Al- Munawarah ada seorang pengemis Yahudi buta. Hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya dia selalu berkata, “Wahai saudaraku janganlah kamu dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya.”

Namun tanpa disedari pengemis Yahudi buta, setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan. Tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Begitulah yang dilakukan oleh baginda pada setiap hari sehinggalah ke saat kewafatannya.

Setelah kewafatan Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari Abu Bakar Radhiallahu Anhu (RA) berkunjung ke rumah anaknya Aisyah. Beliau bertanya kepada anaknya, “Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?”

Aisyah menjawab pertayaan ayahnya, “Wahai ayahanda, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayahanda lakukan kecuali satu sunnah saja.”

“Apakah itu?”, tanya Abu Bakar RA.

“Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana,” kata Aisyah.

Keesokan harinya Abu Bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Beliau mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya.

Ketika Abu Bakar RA mulai menyuapkan nasi, si pengemis itu marah sambil berteriak, “Siapakah kamu?”

Abu Bakar RA menjawab, “Aku orang yang biasa.”

“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” jawab si pengemis buta itu.

“Apabila dia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapkan aku tetapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut,” pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya. Beliau menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu, aku adalah salah seorang daripada sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada lagi. Beliau adalah Muhammad Rasulullah SAW.”



Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar RA, dia pun menangis dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya dan memfitnahnya. Dia tidak pernah memarahiku walau sedikit pun, malah dia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Dia begitu mulia..”


Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadah dihadapan Abu Bakar RA.

G+

Anda baru saja membaca artikel tentang BALASLAH KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN. Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Masukkan email anda dibawah ini untuk berlangganan secara percuma dengan email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel terbaru dari LUKMAN GANU
feedburner

1 Komentar untuk "BALASLAH KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN"

  1. Salam pkenalan...

    Siapakah yg lebih baik akhlaknya dr baginda...

    I folow u bro...

    BalasPadam

aik.. baca je ke.. komen la sikit.hehe

LUKMAN GANU © 2014.
Blog Lukman Ganu memaparkan info-info menarik, berita-berita, ilmu pengetahuan, tutorial dan banyak lagi. Powered By Blogger